KORESPONDENSI
UNTUK KELAS X SEMESTER 1
|
|
|
Disusun
oleh: Ismalasari
|
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah S.W.T. yang telah memberikan waktu dan kesempatan,
kesehatan kepada penyusun untuk membuat modul interaktif sebagai alat bantu bagi peserta
didik dalam pembelajran.
Modul korespondensi merupakan salah satu modul yang harus dipelajari dan
dikuasai oleh peserta didik program keahlian Administrasi perkantoran.
Dengan modul ini diharapkan peserta
didik memiliki kompetensi dalam berkomunikasi baik didalam maupun diluar
kantor. Peserta didik juga diharapkan memiliki berbagai keterampilan dalam
membuat surat seperti surat dinas, surat niaga dan surat dalam bahasa inggis.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak SMK Wikrama yang memberi
kesempatan penulis untuk mempublish modul
ini sebagai salah satu modul yang digunakan dalam media pembelajaran
|
DAFTAR ISI
KORESPONDENSI
KELAS X SEMESTER 1
|
1. KD : MENJELASKAN
TENTANG KOMUNIKASI LISAN
A.
DASAR-DASAR
KOMUNIKASI
B.
PERALATAN/MESIN
KOMUNIKASI
C.
TATA
CARA MENERIMA PANGGILAN TELEPON
2. KD : MENGIDENTIFIKASI CARA MEMBUAT KOMUNIKASI
TULIS
A.
TATA
LAKSANA PROSEDUR PEMBUATAN SURAT
B.
LAY OUT
SURAT
C.
ISI
SURAT
|
DASAR – DASAR
KOMUNIKASI KANTOR
|
1. Pengertian Komunikasi
a. Pengertian Komunikasi
Pengertian
komunikasi berdasarkan beberapa sumber sebagai berikut :
1. Menurut Kamus
Menurut kamus umum bahasa Indonesia komunikasi berarti hubungan
2. Menurut Ensiklopedia
Menurut
ensiklopedia pengertian komunikasi adalah penyelenggara tata hubungan kegiatan
menyampaikan warta dari satu pihak kepada pihak lain.
3. Menurut Astrid Susanto
Astrid Susanto
dalam bukunya yang berjudul “Komunikasi dalam teori dan praktek” menyebutkan
bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti,
lambang adalah sesuatu hal yang mengandung arti tertentu.
4. Pengertian Komunikasi Antar Manusia
Komunikasi antar
manusia adalah penyampaian suatu pesan dari seseorang yang ditujukan kepada
orang lain baik secara langsung atau menggunakan media.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1. Dalam komunikasi terjadi penyampaian
pesan.
2.
Penyampaian tersebut merupakan suatu
proses.
3.
Penyampaian tersebut menggunakan
lambang dan media.
Dengan
kesimpulan tersebut di atas dapat dirumuskan bahwa ”komunikasi adalah proses
penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui suatu saluran/media
untuk mencapai tujuan/hasil”.
b. Komponen Komunikasi
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan
Poerwadarminta, komponen adalah bagian yang berperan dalam proses komunikasi.
Dalam
proses komunikasi pihak ada 5 komponen yaitu :
1. Komunikator
Komunikator adalah pihak yang menyampaikan pesan pada
pelaksanaannya dapat dilakukan oleh perseorangan atau kelompok.
2. Pesan
Pesan adalah rangsang yang dipancarkan dari
komunikator kepada komunikan. Pesan dapat berupa kata-kata (verbal) misalnya :
pujian, caci-maki, berita. Pesan juga dapat berupa bukan kata-kata (non verbal)
misalnya : body language (bahasa isyarat), suara, warna, dan sebagainya.
3. Komunikan
Komunikan adalah pihak yang menerima pesan.
4. Saluran/Media
Yaitu alat yang menghubungkan komunikator dengan
komunikan. Misalnya : TV,
Radio, Telepon, Surat, Koran, Majalah, dan sebagainya.
5. Tujuan/Hasil
Yaitu adanya perubahan tingkah laku pada komunikan.
Tingkah laku tersebut dapat berupa pengetahuan, sikap dan perbuatan.
|
KESIMPULAN
Dari pembahasan tersebut
diatas, dapatlah disimpulkan bahwa :
a. Pengertian komunikasi adalah suatu proses
penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui suatu
saluran/media untuk mencapai tujuan/hasil.
b. Komponen
komunikasi terdiri dari :
1.
Komunikator 4. Komunikan
2.
Pesanan 5.
Tujuan/hasil
3.
Komunikan
|
2. Proses Komunikasi
a. Bagan Proses Komunikasi
|
KOMUNIKATOR
|
|
PESAN
|
|
MEDIA
|
|
KOMUNIKAN
|
|
UMPAN
BALIK / FEED BACK
|
b. Penjelasan Proses Komunikasi
Pihak Komunikator
Proses komunikasi diawali dari pihak komunikator.
Komunikator memilih ide/gagasan yang kemudian dirumuskan dengan hati-hati dan
dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ide/gagasan yang telah dirumuskan tersebut
dinamakan pesan/berita. Setelah pesan sudah siap komunikator memilih media yang
sesuai dengan pesan tersebut sehingga komunikasi bias efektif. Langkah
selanjutnya komunikator menjalankan tugasnya yaitu menyampaikan pesan kepada
komunikan.
Pihak Komunikan
Setelah proses penyampaian pesan dari komunikator,
maka dilanjutkan dengan proses penerimaan pesan oleh dari komunikan, prosesnya
komunikan menerima pesan/berita dari komunikator dengan jelas, tegap, dan
hati-hati, sehingga seluruh pesan dapat diterima dengan lengkap dan komunikan
wajib memberikan balikan/respon kepada komunikator.
Respon/Tanggapan
Respon adalah umpan balik/tanggapan dari komunikan kepada
komunikator. Ada beberapa jenis umpan balik yaitu :
1. Umpan
Balik/tanggapan kosong (zero feed back)
Yaitu
umpan balik/tanggapan yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator, tetapi
isi dari umpan balik/tanggapan tersebut tidak dapat dimengerti olek
komunikator. Umpan balik/tanggapan semacam ini dapat terjadi karena ada
penggunaan istilah bahasa yang tidak sepaham.
2. Umpan Balik/tanggapan positif
(positive feed back)
Yaitu
umpan balik/tanggapan yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator dan isi
baliknya/tanggapan dapat dimengerti oleh komunikator.
3. Umpan Balik/tanggapn negatif
(negative feed back)
Yaitu
umpan balik/tanggapan yang diberikan olek komunikan kepada komunikator, tetapi
isi dari balikan/tanggapan tersebut sifatnya merugikan/memojokkan komunikator.
4. Umpan Balik/tanggapan netral
Yaitu umpan
balik/tanggapan yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator dan isi dari
balikan/tanggapan tersebut sifatnya netral dalam arti tidak mendukung juga
tidak menentang.
Pada
prinsipnya berhasil atau gagalnya suatu komunikasi ditentukan oleh
faktor-faktor sebagai berikut :
a. Faktor pendukung
keberhasilan komunikasi
1. Kepandaian
komunikator dan komunikan
2. Sikap yang baik
dari komunikator dan komunikan
3. Keadaan
lahiriah/fisik yang baik dari komunikator dan komunikan
4. Kesamaan system
social (ekonomi-budaya) dari komunikator dan komunikan.
b. Faktor penghambat
komunikasi
1. Komunikator dan
komunikan tidak memiliki pengetahuan yang luas.
2. Bahasa
yang dipergunakan kurang jelas.
3. Adanya
prasangka yang tidak beralasan.
4. Adanya
panca indera yang rusak.
5. Adanya
alat komunikasi yang rusak.
6. Sikap
yang kurang bijaksana.
7. Komunikasi
satu arah (tidak ada tanggapan).
3.
Media
Komunikasi
a. Pengertian Media Komunikasi
Media
komunikasi terdiri dari dua kata yang setiap kata mempunyai arti
sendiri-sendiri.Media berarti alat Bantu untuk mencapai tujuan. Sedangkan
komunikasi berarti suatu kegiatan untuk menyampaikan pesan atau berita. Bila
kedua kata tersebut kita rangkaikan maka secara umum media komunikasi dapat
diartikan sebagai “suatu alat yang dipergunakan untuk mempermudah dalam
penyampaian informasi atau ide-ide dari seseorang kepada orang lain agar maksud
dan tujuan dapat tercapai dengan baik
b. Fungsi Media Komunikasi
Secara umum untuk media komunikasi mempunyai fungsi sebagai
berikut :
1. Untuk memperjelas informasi yang
disampaikan.
2. Untuk mempermudah penyampaian informasi.
3. Untuk
mempersingkat waktu untuk menyampaikan suatu informasi.
4. Untuk membangkitkan daya tarik bagi konsumen.
c. Jenis-Jenis Media
Komunikasi
Menurut
jenisnya media komunikasi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Media Audio/pendengaran, merupakan meadia komunikasi yang
dapat didengar misalnya : Radio, Tape Recorder, Telepon.
Keuntungan
menggunakan media audio :
a. Harganya relatif murah.
b. Mudah dibuat dan
digunakan.
c. Dapat
membangkitkan fantasi pendengaran.
Kelemahannya
:
a. Apabila anda
salah/kesalahan harus membuat naskah baru.
b. Tidak dapat
untuk memperkenalkan hal yang sifatnya ketrampilan.
2. Media Visual/gambar,yaitu media yang dapat dilihat dengan
mata.
Misalnya
: Surat, Transparansi, Gambar dan lain-lain.
Keuntungannya
:
a. Informasi yang disampaikan jelas.
b. Pembuatan dan penggunaanya mudah.
c. Biaya pembuatan murah.
Kelemahannya
:
a. Dapat menimbulkan rasa bosan.
b. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk
memahami gambar.
3. Media
Audio Visual
Yaitu suatu media yang dapat dilihat dan didengar.
Misalnya
: Televisi, Film bersuara, Pertemuan, Wawancara dan sebagainya.
Keuntungannya
:
a. Informasi yang diterima sesuai dengan kenyataan.
b. Mudah cara penyampaiannya.
Kelemahannya
:
a. Memerlukan biaya yang mahal.
b. Memerlukan persiapan yang lama.
|
Kesimpulan :
1. Pengertian media adalah :
Suatu
yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian informasi atau ide-ide
dari seseorang kepada orang lain agar maksud dan tujuan tercapai dengan
baik.
2. Fungsi media komunikasi :
a. Untuk memperjelas komunikasi
b. Untuk mempermudah penyampaian pesan.
c. Untuk mempersingkat waktu dalam menyampaikan suatu
informasi.
3. Jenis-jenis media komunikasi :
1. Media audio/pendengaran.
2. Media visual/penglihatan.
3. Media audio visual/pandang dengar.
|
4.
Jenis Dan
Prinsip-Prinsip Komunikasi
Jenis komunikasi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
Komunikasi Verbal mencakup
aspek-aspek berupa ;
a.
Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila
pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam berkomunikasi.
b.
Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan
bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c.
Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan
akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda.
Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d.
Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan
catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri.
Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor
adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e.
Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat
dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f.
Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya
dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
2 .
Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
Komunikasi non verbal adalah
penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti
pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal
:
a. Ekspresi wajah , Wajah
merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk
berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya
jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan
kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata
juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk
komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada
komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh,
dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan.
Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi
dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan
tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan,
menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran
seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua
bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi
pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress
5.
Prinsip – Prinsip
Komunikasi
PRINSIP 1 : Komunikasi Adalah Proses Simbolik
Salah satu kebutuhan
pokok manusia , seperti dikatakan Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolis
atau penggunaan lambang. Manusia memang satu-satunya hewan yang menggunakan
lambang , dan itulah yang membedakan manusia dengan hewan lainnya. Ernest
Cassirer mengatakan bahwa keunggulan manusia atau mahluk lainnya adalah
keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum.
Lambang atau simbol
adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu lainnya, berdasarkan
kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal),
perilaku non verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kemampuan
manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan
menangani hubungan antara manusia dan objek (baik nyata maupun abstrak) tanpa
kehadiran manusia atau objek tersebut.
Lambang adalah salah
satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga
direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks tidak memerlukan
kesepakatan. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga dimensi) yang
menyerupai apa yang direpresentasikannya. Representasi ini ditandai dengan
kemiripan misalnya patung Soekarno adalah ikon Soekarno, dan foto Anda pada KTP
Anda adalah ikon Anda.
Berbeda dengan lambang dan ikon, indeks adalah tanda yang secara alamiah merepresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga gejala (symptom). Indeks muncul berdasarkan hubungan antara sebab dan akibat yang punya kedekatan eksistensi. Misalnya awan gelap adalah indeks hujan akan turun, sedangkan asap merupakan indeks api. Namun bila asap itu disepakati sebagai tanda bagi masyarakat untuk berkumpul misalnya, seperti dalam kasus suku primitif, maka asap menjadi lambang karena maknanya telah disepakati bersama.
Berbeda dengan lambang dan ikon, indeks adalah tanda yang secara alamiah merepresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga gejala (symptom). Indeks muncul berdasarkan hubungan antara sebab dan akibat yang punya kedekatan eksistensi. Misalnya awan gelap adalah indeks hujan akan turun, sedangkan asap merupakan indeks api. Namun bila asap itu disepakati sebagai tanda bagi masyarakat untuk berkumpul misalnya, seperti dalam kasus suku primitif, maka asap menjadi lambang karena maknanya telah disepakati bersama.
Lambang mempunyai
beberapa sifat sebagai berikut:
1.
Lambang bersifat sebarang, manasuka, atau
sewenang-wenang.
2.
Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna; kitalah
yang memberi makna pada lambang.
3.
Lambang itu bervariasi
PRINSIP 2 : Setiap Perilaku Mempunyai Potensi Komunikasi
Kita tidak dapat
berkomunikasi (we cannot communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku
adalah komunikasi. Alih-alih, komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna
pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
Cobalah Anda minta
seseorang untuk tidak berkomunikasi. Amat sulit baginya untuk berbuat demikian,
karena setiap perilakunya punya potensi untuk di tafsirkan. Kalau ia tersenyum,
ia ditafsirkan bahagia; kalau ia cemberut, ia ditafsirkan ngambek. Bahkan
ketika kita berdiam diri sekalipun, ketika kita mengundurkan diri dari
komunikasi dan lalu menyendiri, sebenarnya kita mengomunikasikan banyak pesan.
Orang lain mungkin akan menafsirkan diam kita sebagai malu, segan, ragu-ragu,
tidak setuju, tidak peduli, marah, atau bahkan sebagai malas atau bodoh.
Ketika anda melihat
seorang pria yang berdiri di pantai seraya memandang laut lepas dengan melipat
kedua tangan di dada, Anda mungkin punya penafsiran khusus terhadap orang itu,
misalnya bahwa ia orang yang sedang frustasi, kesepian, romantis, ingin
sendirian dan tidak mau diganggu, mencari ilham untuk menulis puisi, dan
sebagainya. Seorang tamu restoran yang makan dengan tidak mengucapkan sepatah
kata pun kepada orang yang ia temui menampilkan perilaku yang potensial untuk
ditafsirkan, misalnya bahwa ia sedang marah, frustasi, patah hati, sakit gigi
atau bisu.
PRINSIP 3 :
Komunikasi Punya Dimensi Isi dan Dimensi Hubungan
Dimensi isi disandi
secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi
menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan
dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga
mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya
pesan itu ditafsirkan.
Dalam komunikasi massa,
dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada
unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan
pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya,
hanya bukan bergantung pada isinya, namun juga pada siapa, penulisnya, tata
letak (lay out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan, dan sebagainya.
PRINSIP 4 :
Komunikasi Berlangsung dalam Berbagai Tingkat Kesengajaan
Komunikasi dilakukan
dalam berbagai tingkat kesengajaan, dari komunikasi yang tidak disengaja sama
sekali hingga komunikasi yang benar-benar direncanakan dan disadari.
Kesengajaan bukanlah syarat untuk berkomunikasi. Membatasi komunikasi sebagai
proses yang disengaja adalah menganggap komunikasi sebagai instrumen, seperti
dalam persuasi.
Jadi, niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi. Dalam komunikasi secara antara orang-orang berbeda budaya ketidaksengajaan berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk diperhatikan. Banyak kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan oleh perilaku seseorang yang tidak disengaja yang dipresepsi, ditafsirkan dan direspons oleh orang dari budaya lain.
Jadi, niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi. Dalam komunikasi secara antara orang-orang berbeda budaya ketidaksengajaan berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk diperhatikan. Banyak kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan oleh perilaku seseorang yang tidak disengaja yang dipresepsi, ditafsirkan dan direspons oleh orang dari budaya lain.
PRINSIP 5 :
Komunikas Terjadi dalam Konteks Ruang dan Waktu
Makna pesan juga
bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk iklim, suhu intensitas
cahaya, dan sebagainya), waktu, sosial dan psikologis. Waktu mempengaruhi makna
terhadap suatu pesan. Kunjugan seorang mahasiswa kepada teman kuliahnya yang
wanita pada malam minggu akan dimaknai lain bila dibandingkan dengan
kedatangannya pada malam biasa.
Kehadiran orang lain,
sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang- orang yang berkomunikasi.
Pengaruh konteks waktu dan konteks sosial terlihat pada suatu keluarga yang
tidak pernah tersenyum atau menyapa siapapun pada hari-hari biasa, tetapi mendadak
menjadi ramah pada hari-hari lebaran. Penghuni rumah membuka pintu rumah mereka
lebar-lebar, dan mempersilahkan tamu untuk mencicipi makanan dan minuman yang
mereka sediakan.
Suasana psikologis
peserta komunikasi tidak pelak mempengaruhi juga suasana komunikasi. Komentar
seorang istri mengenai kenaikan harga kebutuhan rumah tangga dan kurangnya uang
belanja akan ditanggapi dengan kepala dingin oleh suaminya dalam keadaan biasa
atau keadaan santai, boleh jadi akan membuat sang suami berang bila istri
menyampaikan komentar tersebut saat suami baru pulang kerja dan dimarahi
habis-habisan oleh atasannya hari itu.
PRINSIP 6 :
Komunikasi Melibatkan Prediksi Peserta Komunikasi
Ketika orang-orang
berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata
lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya, orang-orang
memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan
merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan sering berlangsung cepat. Kita
dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya.
Prinsip ini mengansumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia. Dengan kata lain, perilaku manusia, minimal secara parsial, dapat diramalkan. Kalau semua perilaku manusia itu bersifat acak, selalu tanpa diduga hidup kita akan sulit.
Prinsip ini mengansumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia. Dengan kata lain, perilaku manusia, minimal secara parsial, dapat diramalkan. Kalau semua perilaku manusia itu bersifat acak, selalu tanpa diduga hidup kita akan sulit.
PRINSIP 7 : Komunikasi Bersifat Sistematik
Terdapat dua sistem
dasar dalam transaksi komunikasi, yaitu Sistem Internal dan Sistem Eksternal.
Sistem internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia
berpartisipasi dalam komunikasim yang ia cerap selama sosialisasinya dalam
berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat setempat, kelompok suku,
kelompok agama, lembaga pendidikan, kelompok sebaya, tempat kerja, dan
sebagainya). Istilah-istilah lain yang identik dengan sistem internal ini
adalah kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (field of
experience), struktur kognitif (cognitive structure), pola pikir (thinking patterns),
keadaan internal (internal states), atau sikap (attitude). Pendeknya, sistem
internal ini mengandung semua unsur yang membentuk individu yang unik, termasuk
ciri-ciri kepribadiannya, intelegensi, pendidikan, pengetahuan, agama, bahasa,
motif, keinginan, cita-cita, dan semua pengalaman masa lalunya, yang pada
dasarnya tersembunyi.
Berbeda dengan sistem
internal, sistem eksternal terdiri dari unsur-unsur dalam lingkungan di luar
individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara, isyarat fisik
peserta komunikasi, kegaduhan disekitarnya, penataan ruangan, cahaya, dan
temperatur ruangan. Elemen-elemen ini adalah stimuli publik yang terbuka bagi
setiap peserta komunikasi dalam setiap transaksi komunikasi. Akan tetapi,
karena masing-masing orang mempunyai sistem internal yang berbeda, maka setiap
orang tidak akan memiliki bidang perseptual yang sama, meskipun mereka duduk di
kursi yang sama dan menghadapi situasi yang sama.
Maka dapat dikatakan
bahwa komunikasi adalah produk dari perpaduan antara sistem internal dan siste
eksternal tersebut. lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita, namun
persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara kita berperilaku.
PRINSIP 8 :
Semakin Mirip Latar Belakang Sosial-Budaya Semakin Efektiflah Komunikasi
Komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya
(orang-orang yang sedang berkomunikasi). Misalnya, penjual yang datang kerumah
untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila
akhirnya tuan rumah membeli barang yang ia tawarkan, sesuai yang diharapkan
penjual itu, dan tuan rumah pun merasa puas dengan barang yang dibelinya.
Dalam kenyataannya,
tidak pernah ada dua manusia yang persis sama, meskipun mereka kembar yang
dilahirkan dan diasuh dalam keluarga yang sama, diberi makan yang sama dan
dididik dengan cara yang sama. Namun kesamaan dalam hal-hal tertentu, misalnya
agama, ras (suku), bahasa, tingkat pendidikan, atau tingkat ekenomi akan
mendorong orang-orang untuk
saling tertarik dan pada gilirannya karena
kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif. Kesamaan bahasa
khususnya akan membuat orang-orang yang berkomunikasi lebih mudah mencapai
pengertian bersama dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memahami bahasa
yang sama.
PRINSIP 9 :
Komunikasi Bersifat Nonsekuensial
Meskipun terdapat banya
model komunikasi linier atau satu arah, sebenarnya komunikasi manusia dalam
bentuk dasarnya (komunikasi tatap-muka) bersifat dua-arah (sifat sirkuler).
Ketika seseorang berbicara kepada seseorang lainnya, atau kepada sekelompok
orang seperti dalam rapat atau kuliah, sebetulnya komunikasi itu bersifat
dua-arah, karena orang-orang yang kita anggap sebagai pendengar atau penerima
pesan sebenarnya juga menjadi “pembicara” atau pemberi pesan pada saat yang
sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka.
Meskipun sifat sirkuler
digunakan untuk menandai proses komunikasi, unsur-unsur proses komunikasi
sebenarnya tidak berpola secara kaku. Pada dasarnya, unsur-unsur tersebut tidak
berada dalam suatu tatanan yang bersifat linier, sirkuler, helikal atau tatanan
lainnya. Unsur-unsur proses komunikasi boleh jadi beroperasi dalam susanan
tadi, tetapi mungkin pula, setidaknya sebagian, dalam suatu tatanan yang acak.
Oleh karena itu, sifat nonsekuensial alih-alih sirkuler tampaknya lebih tepat
digunakan untuk menandai proses komunikasi.
PRINSIP 10 :
Komunikasi Bersifat Prosesual, Dinamis, dan Transaksional
Komunikasi sebagai
proses dapat dianalogikan dengan pernyataan Herclitus enam abad sebelum Masehi
bahwa “seorang manusia tidak akan pernah melangkah di sungai yang sama dua
kali.” Pada saat yang kedua itu, manusia itu berbeda, dan begitu juga
sungainya. Ketika kita menyebrang sungai untuk kedua kali, ketiga kali, dan
seterusnya pada hari yang lan, maka sesungguhnya penyebrangan itu bukanlah
fenomena yang sama. Begitu jugalah komunikasi; komunikasi terjadi sekali waktu
kemudian menjadi bagian dari sejarah kita.
Dalam proses komunikasi
itu, para peserta saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik
lewat komunikasi verval ataupun lewat komunikasi nonverbal. Pernyataan sayang,
pujian, ucapan selamat, penyesalan, atau kemarahan akan membuat sikap atau
orientasi mitra komunikasi kita berubah terhadap kita, dan pada gilirannya perubahan
orientasinya itu membuat orientasi kita juga berubah terhadapnya, dan begitu
seterusnya.
Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dan perilakunya). Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu, tetapi perubahan akhirnya (secara kumulatif) cukup besar. Namun ada juga orang yang berubah secara tiba-tiba, melalui cuci otak atau kontroversi agama, misalnya dari seorang nasionalis menjadi komunis, atau dari Hindu menjadi Kristen atau Muslim.
Implisit dalam proses komunikasi sebagai transaksi ini adalah proses penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding). Kedua proses itu, meskipun secara teoritis dapat dipisahkan, sebenarnya terjadi serempak, bukan bergantian. Keserempakan inilah yang menandai komunikasi sebagai transaksi.
Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dan perilakunya). Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu, tetapi perubahan akhirnya (secara kumulatif) cukup besar. Namun ada juga orang yang berubah secara tiba-tiba, melalui cuci otak atau kontroversi agama, misalnya dari seorang nasionalis menjadi komunis, atau dari Hindu menjadi Kristen atau Muslim.
Implisit dalam proses komunikasi sebagai transaksi ini adalah proses penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding). Kedua proses itu, meskipun secara teoritis dapat dipisahkan, sebenarnya terjadi serempak, bukan bergantian. Keserempakan inilah yang menandai komunikasi sebagai transaksi.
Pandangan dinamis dan
transaksional memberi penekanan bahwa Anda mengalami perubahan sebagai hasil
terjadinya komunikasi. Pernahkan anda terlibat dalam perdebatan sengit sehingga
semakin keras Anda katakan betapa marahnya Anda, semakin marah pula Anda. Jadi,
perspektif transaksional memberi penekanan pada dua sifat peristiwa komunikasi,
yaitu serentak dan saling mempengaruhi. Para pesertanya menjadi saling
bergantung, dan komunikasi mereka hanya dapat dianalisis berdasarkan konteks
peristiwanya.
PRINSIP 11 :
Komunikasi Bersifat Irreversible
Suatu perilaku adalah
suatu peristiwa. Oleh karena merupakan suatu peristiwa, perilaku berlangsung
dalam waktu dan tidak dapat “diambil kembali.” Bila anda memukul wajah
seseorang dan meretakkan hidungnya, peristiwa tersebut dan konsekuensinya telah
“terjadi”; Anda tidak dapat memutar kembali jarum jam dan berpura-pura
seakan-akan hal itu tidak pernah terjadi.
Senada dengan peristiwa
di atas, dalam komunikasi, sekali Anda mengirimkan pesan, Anda tidak dapat
mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayak, apalahi menghilangkan efek
pesan tersebut sama sekali.
Sifat irreversible ini
adalah implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah. Prinsip
ini seyogianya menyadarkan kita bahwa kita harus hati-hati untuk menyampaikan
pesan kepada orang lain, sebab, yaitu tadi, efeknya tidak bisa ditiadakan sama
sekali, meskipun kita berupaya meralatnya. Apalagi bila penyampaian itu
dilakukan untuk pertama kalinya. Curtis et al., mengatakan bahwa kesan pertama
itu cenderung abadi. Dalam komunikasi massa, sekali wartawan menyiarkan berita
yang tanpa disengaja mencemarkan nama baik seseorang, maka nama baik orang itu
akan sulit dikembalikan lagi ke posisi semula, meskipun surat kabar, majalah,
radioatau televisi telah meminta maaf dan memuat hak jawab sumber berita secara
lengkap.
PRINSIP 12 :
Komunikasi Bukan Panasea untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah
Banyak persoalan dan
konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi
bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelasaikan persoalan atau tersebut
mungkin berkaitan dengan masalah struktural. Agar komunikasi efektif, kendala
struktural ini juga harus diatasi. Misalnya, meskipun pemerintah bersusah payah
menjalin komunikasi yang efektif dengan warga Aceh dan warga Papua, tidak
mungkin usaha itu akan berhasil bila pemerintah memberlakukan masyarakat di
wilayah-wilayah itu secara tidak adil, dengan merampas kekayaan alam mereka dan
mengangkutnya ke pusat.
6.
Etika Komunikasi
A. Pengertian Etika
Perkataan etika berasal dari bahasa Yunani “ETHOS” yang
berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, ukuran-ukuran bagi tingkah
laku manusia yang baik. Pada perkembangannya etika dipakai untuk membedakan
perilaku yang dinilai baik dan perilaku yang dinilai kurang baik. Etika
juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan
(norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
B.
Pengertian Etiket
Dua istilah yaitu: Etika dan Etiket
dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang diartikan sama, dipergunakan silih
berganti. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya, tetapi tidak
sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya, yang satu lebih luas
daripada yang lain.
Istilah etiket, berasal dari Perancis
“ETIQUETTE” yang berarti kartu undangan yang lazim dipakai oleh raja-raja
Perancis apabila mengadakan pesta. Pada perkembangannya istilah etiket lebih
menitik beratkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara berpakaian, cara
duduk, cara menerima tamu dan sopan santun lainnya. Jadi etiket itu adalah
aturan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari. Etiket didukung oleh
bermacam nilai, antara lain :
-
Nilai kepentingan umum.
-
Nilai kejujuran, keterbukaan, kebaikan.
-
Nilai harga menghargai, kesopanan.
Nilai diskresi atau nilai pertimbangan, misalnya: Mampu
membedakan sesuatu yang patut dirahasiakan dan yang tidak patut dirahasiakan.
Etiket lebih menitikberatkan pada sikap dan perbuatan yang bersifat
jasmaniah/lahiriah sedangkan etika menunjukkan seluruh sikap manusia yang
bersifat jasmani maupun rohani.
C. Pengertian Moral
Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti
manusia yang berdab. Moral juga berarti ajaran baik dan buruk perbuatan dan
kelakuan. Menurut asal katanya moral dari kata mores (latin) yang diartikan
aturan kesusilaan. Jadi moral adalah aturan kesusilaan yang meliputi semua
norma untuk kelakuan perbuatan tingkah laku yang baik. Kaitan erat antara moral
dan etika adalah: Moral merupakan kepahaman atau pengertian mengenai hal yang
baik dan hal yang tidak baik. Sedang etika adalah tingkah laku manusia baik
mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu. Etika tidak
mempersoalkan keadaan manusia melainkan bagaimana manusia itu harus bertindak.
D. Kode Etika
Sehubungan dengan pengertian etika,
kita sering mendengar istilah kode etik. Kode etik merupakan aturan-aturan
susila atau sikap akhlak yang ditetapkan bersama dan ditaati oleh para anggota
yang tegabung dalam suatu organisasi. Oleh karena itu kode etik merupakan suatu
benuk persetujuan bersama, yang timbul secara murni dari diri pribadi pada
anggota. Kode etik lebih meningkatkan pembinaan para anggota sehingga mampu
memberikan sumbangan yang berguna dalam pengabdiannya di masyarakat.
|
PERALATAN DAN MESIN KOMUNIKASI
|
1) PENGERTIAN HUBUNGAN TELEPON
Kata “telepon” berasal dari kata tele dan phone yang
mempunyai pengertian jauh dan mendengar dari jarak jauh. Melalui pesawat
telepon di samping mendengar, tentu orang juga berbicara. Pesawat telepon
merupakan simbol suatu prestasi sebuah peradaban manusia, karena beberapa saat
yang lalu, manusia masih mengalami kesulitan untuk berkomunikasi secara
langsung dalam jarak yang jauh. Sebagai alat komunikasi, pesawat telepon
mempermudah saling komunikasi antar individu pada tempat yang berlainan dan
berjauhan. Hubungan dengan telepon termasuk bentuk komunikasi tidak langsung,
antara komunikator dan komunikan secara fisik tidak tatap muka, tetapi
diperantarai dengan satu rangkaian elektronik yang disebut pesawat
telepon.Sebagai sarana komunikasi, telepon dipakai untuk menyampaikan dan
menerima informasi dengan cepat, karena dengan telepon baik komunikator
(penyampai pesan) maupun komunikan (penerima pesan) dapat menyampaikan berita
atau informasi pada saat yang sama, tidak perlu menunggu berjam-jam, apalagi
ber hari-hari.
Gambar
1. Dering telepon 2-3 kali segeralah diangkat
Perhatikan Gambar 1.
Tindakan apa yang harus dilakukan apabila terdengar bunyi dering telepon?
Dering merupakan tanda bahwa ada panggilan dari jarak jauh. Karena itu jika
telepon berdering, dapat diketahui bahwa ada seseorang yang sedang menunggu
sambutan atau jawaban kita, sehingga tentu saja kita harus segera mengangkat
telepon itu dan tidak membiarkan deringan itu terlalu lama.
Hubungan telepon adalah
cara mengadakan hubungan langsung jarak jauh untuk menyampaikan dan menerima pembicaraan
melalui alat elektronik dari satu pihak kepada pihak lain. Dewasa ini,
melakukan hubungan telepon merupakan bagian biasa dari kehidupan manusia,
bahkan telepon telah menjadi sebuah kebutuhan. Melalui telepon setiap orang
dapat menjalin komunikasi dengan lebih efektif. Orang bisa membuat janji secara
pasti melalui telepon sebelum mereka melakukan pertemuan langsung yang penting.
Dalam kegiatan bisnis, telepon merupakan sarana penting dalam menunjang
kelancaran aktivitas bisnisnya.
2)
MACAM – MACAM PESAWAT
DAN HUBUNGAN TELEPON
a.
Jenis Pesawat Telepon
Dari segi kapasitas atau
kemampuan peralatan yang digunakan pada pesawat telepon, macamnya, ada beberapa
jenis pesawat telepon.
1)
Intercom
Dalam bahasa Inggris disebut intercomunication yang artinya
komunikasi di dalam. Hubungan di dalam intercom
sering disebut juga dengan istilah interphone
atau intertelephone. Di kantor, intercom merupakan alat komunikasi yang
dipergunakan untuk menyampaikan warta atau keterangan dalam lingkungan organisasi
sendiri atau dari satu bagian ke bagian lain dalam satu instansi.
2)
Pesawat Telepon
Telephone merupakan alat untuk menyampaikan informasi
secara lisan dari satu pihak ke pihak lain dari jarak jauh, baik dalam
lingkungan kantor maupun luar kantor.
a. Pesawat tunggal maksudnya pesawat telepon yang bisa
digunakan di lingkungan keluarga, organisasi, maupun instansi tertentu. Pesawat ini pun ada yang dilengkapi dengan
pesawat ekstensi (cabang-cabang). Misalnya, telepon Unesa 031-8280009 (telepon
pusat atau hotline), Fakultas Teknik
Eks 500, Jurusan Teknik Sipil Eks 501, Jurusan Listrik-Elektronika Eks 502,
Teknik Mesin Eks 503, dan Jurusan PKK Eks 504.
Gambar 2. Pesawat telepon tunggal
b.
PMBX (Private Manual Branch Excharge)
Jenis
pesawat ini tidak memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa melalui
operator. Untuk menelepon, penelpon
harus terlebih dahulu melalui operator, penelepon harus menekan nomor yang
telah ditentukan. Setelah menyambung, penelepon baru dapat berhubungan langsung
dengan nomor telepon luar yang dikehendaki, umumnya menggunakan ekstensi (lihat
contoh penggunaan ekstensi pada butir 2 di atas).
Gambar 3. Contoh telepon melalui operator
c.
PABX (Private Automatic Branch Excharge)
Pesawat ini memungkinkan kita dapat berhubungan langsung
tanpa melalui operator. Penelpon dapat
berhubungan langsung ke luar dengan cara memutar nomor khusus untuk memperoleh
saluran keluar. Setelah itu, penelepon
baru memutar nomor telepon yang dikehendaki.
Operator dapat pula dihubungi bila diperlukan dengan cara memutar nomor
(kode) yang telah ditentukan.
|
|
Gambar 4. Contoh telepon tanpa melalui operator
d. Loudspeaking telephone (pengeras suara telepone)
Alat ini digunakan untuk
memperbesar atau memperkeras volume suara telepon. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan
alat ini adalah kita dapat:
·
meningkatkan kemampuan
kerja.
·
meningkatkan efisiensi
waktu.
·
menerima
telepon tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang ada.
e. Telephone answering
machine (mesin penjawab telepon)
Yaitu suatu alat yang
dapat merekam/menjawab setiap pesan (berita) yang masuk.
f. Voice Mail Kemampuan untuk menerima rekaman pesan suara
pada saat HP tidak aktif, atau ketika Anda tidak mengangkat telepon.
g. VOIP PBX (Voice Over Internet Protocol)
Komunikasi
suara melalui telepon menggunakan jaringan internet, untuk penggunaanya
menggunakan jaringan internet kecepatan tinggi (Broadband)
IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange
adalah PABX yang menggunakan
teknologi IP. IP PBX adalah
perangkat switching komunikasi telepon dan data berbasis teknologi Internet
Protocol (IP) yang mengendalikan ekstension telepon analog (TDM) maupun
ekstension IP Phone. Fungsi-fungsi yang dapat dilakukan antara lain
penyambungan, pengendalian, dan pemutusan hubungan telepon; translasi protokol
komunikasi; translasi media komunikasi atau transcoding; serta pengendalian
perangkat-perangkat IP Teleponi seperti VoIP Gateway, Access Gateway, dan Trunk
Gateway
Solusi berbasis IP PBX merupakan konsep jaringan komunikasi
generasi masa depan atau dikenal dengan istilah NGN (Next Generation Network)
yang dapat mengintegrasikan jaringan telepon konvensional (PSTN/POTS), jaringan
telepon bergerak (GSM/CDMA), jaringan telepon satelit, jaringan Cordless
(DECT), dan jaringan berbasis paket (IP/ATM).
IP PBX membawa kemampuan multilayanan di jaringan IP ke
dunia komunikasi teleponi, sehingga akan memungkinkan semakin banyak layanan
komunikasi yang dapat berjalan di atas jaringan IP. Multilayanan tersebut
adalah Voicemail & Voice Conference, Interactive Voice Response (IVR),
Automatic Call Distribution (ACD), Computer Telephony Integration (CTI),
Unified Messaging System (UMS), Fax Server & Fax on Demand, Call Recording
System, Billing System, serta Web-based Management System.
IP PBX dapat mendukung antarmuka trunk Analog FXO/FXS;
Digital E1-MFC R2, ISDN BRI, ISDN PRI; IP (H.323/SIP/IAX); dan Analog Tie Line
E&M. Selain itu, IP PBX dapat mendukung antarmuka ekstension Analog
FXO/FXS; ekstension Digital; ISDN Interface BRI (2B+D); dan TCP IP
(H.323/SIP/IAX).
System
VoIP
h. Skype
Skype
adalah sebuah jaringan telepon internet (VoIP) peer-to-peer, didirikan oleh
Niklas Zennström dan Janus Friis, pencipta Kazaa. Pengguna Skype dapat
berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis, menghubungi telepon
tradisional dengan biaya (skypeOut), menerima panggilan dari telepon
tradisional (SkypeIn), dan menerima pesan suara.
Keunggulan : Kegunaan dasar pembicaraan telepon melalui komputer di mana pun pengguna berada (dengan koneksi internet) secara gratis. Konferensi antar pengguna sampai dengan lima pengguna sekaligus
Keunggulan : Kegunaan dasar pembicaraan telepon melalui komputer di mana pun pengguna berada (dengan koneksi internet) secara gratis. Konferensi antar pengguna sampai dengan lima pengguna sekaligus
url = Uniform Resource
Locator adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang
digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber – seperti dokumen dan gambar –
di Internet.
URL merupakan suatu
inovasi dasar bagi perkembangan sejarah Internet. URL pertama kali diciptakan
oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat
mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan
menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya.
Walaupun demikian, istilah URL masih tetap digunakan secara luas.
Manfaat skype
Skype adalah aplikasi
yang digunakan untuk bersosialisasi antar teman, kolega, rekan kerja, dosen
maupun orang tua baik yang ada di satu wilayah maupun luar negeri Skype adalah
sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer) yang dapat mempermudah
penggunnya berkomunikasi via web cam dengan bersistem voip yang artinya
berhubungan dengan suara seperti telepon.Dengan Skype kita dapat melakukan
panggilan dengan murah bahkan gratis, baik voice call maupun video call. Gratis
untuk panggilan antar komputer, dan untuk panggilan ke telepon rumah atau
handphone luar negeri lebih murah bila dibandingkan dengan menggunakan operator
lokal. Jika dibandingkan software serupa Skype memiliki kualitas VoIP yang
lebih baik. Selain untuk panggilan, Skype juga dapat digunakan untuk chatting,
kirim SMS, Conference, Sent File, Voicemail hingga Call Forward.
POSITIF dr skype : SKYPE
mampu mempermudah komunikasi dengan via chatting, kirim SMS, Conference, Sent
File, Voicemail hingga Call Forward yang dapat memberikan informasi secara
cepat dan akurat dengan adanya gambar dan suara yang dikirim melalui SKYPE yang
menggunakan teknologi VOIP(voice over IP)
NEGATIVE dr SKYPE : jika
skype disalah gunakan untuk kejahatan seperti yang sekarang ini terjadi
misalnya membocorkan informasi rahasia suatu instasi maka dengan cepat rahasia
itu dapat terbongkar ke publik dan akan berdampak ketidak nyamanan bagi
masyarakat yang melihat dan membacanya
i.
Mobile Phone
Mobile phone adalah perangkat
elektronik portabel yang berfungsi sebagaimana pesawat telepon normal, yang
dapat bergerak pada suatu area yang luas. (bandingkan dengan cordless phone).
Kebanyakan mobile phone saat ini menggunakan kombinasi transmisi radio
dan telephone circuit switching (PSTN) konvensional, walaupun packet
switching sudah digunakan untuk beberapa bagian jaringan mobile phone, khususnya untuk layanan akses Internet dan WAP.
|
TATA CARA MENERIMA
PANGGILAN TELEPON
|
1. ETIKA BERTELEPON
Banyak orang menyamakan begitu saja kata “etika” dan
“etiket” padahal keduanya memiliki pengertian berbeda. Etika adalah cabang
filsafat yang membahas tingkah laku manusia berdasarkan kaidah “baik-buruk,
benar-salah, tepat-tidak.” Sedangkan etiket (bahasa Perancis Etiquette) adalah
tata krama, sopan santun, atau tata pergaulan. Kalau etika membahas “apa yang
benar, salah, jujur, adil dan lain-lain, sementara etiket“ apa yang sopan dan
pantas.” Etiket diterapkan, misalnya dalam percakapan, bertamu, berkunjung,
makan-minum, melayani atau menerima tamu, bertelepon dan seterusnya.
Bagaimana etiket
bertelepon? Ketika kita menggunakan pesawat telepon, kita memang tidak
berhadapan dengan orang yang kita ajak berkomunikasi. Dengan demikian, kita
tidak perlu tampil dengan cantik dan menarik, memakai busana yang up to date,
juga tidak perlu menampakkan wajah yang ramah dan penuh senyum seperti layaknya
menerima tamu. Hal yang terpenting hanyalah suara yang jelas, tegas, namun
terkesan ramah, hangat, dan bersahabat, dan juga tidak bernada emosi. Dengan
suara yang merdu didengar, tidak jarang orang menjadi lebih betah dan senang
berkomunisi dengan kita. Walaupun begitu, penampilan tetap tidak boleh diabaikan,
karena tugas sekretaris bukan hanya menerima atau menelpon.
Memang
kita tidak berhadapan langsung dengan orang
yang kita ajak bicara akan tetapi etiket dalam bertelepon tidak boleh
diabaikan. Adapun hal-hal yang penting
dan harus kita perhatikan dan dilaksanakan sehubungan dengan etiket bertelepon
adalah sebagai berikut.
1.
Jangan
membiarkan telepon berdering terlalu lama, maksimal tiga kali berdering
segeralah telepon diangkat dan jawablah dengan sopan. Bersikaplah bijaksana
dalam menanggapi penelepon. Siapapun
yang menelepon adalah penting dan patut dilayani dengan sebaik-baiknya
2.
Jangan
memulai dengan kata “halo” tetapi langsung menyebutkan nama organisasi atau
perusahaan tempat kita bekerja. Kata “hallo” hanya membuang waktu dan
bertelepon bila seseorang sudah mengenal penelpon begitu dekat, tetapi jika
kita berada di tempat kerja, sebaiknya kata tersebut tidak digunakan.
Gambar 5.
Jangan mengucapkan kata hallo dalam bertelepon
3.
Jangan
menggunakan pesawat telepon di tempat kerja untuk kepentingan pribadi atau
terlalu lama berbicara dengan si penelpon. Sekretaris yang pada umumnya wanita,
sering tergoda dengan “hobi ngerumpi.” Dalam hal ini kita harus mampu
menempatkan diri kita sebagai petugas kantor. Sebaiknya dihindari percakapan
melalui telepon apabila tidak begitu perlu. Namun, apabila memang ada
kepentingan pribadi yang begitu mendesak untuk dibicarakan kita dapat
menggunakan hubungan telepon dengan bijaksana. Artinya, bicara seperlunya tanpa
menggangu tugas kita.
4.
Berusahalah
mendengarkan lawan bicara kita, jangan melamun atau bersikap tidak tertuju pada
pembicaraan. Kadang-kadang kita meminta penelpon mengulangi pembicaraan dengan
ungkapan, “apa, bisa diulang?” Sungguh hal yang tidak sopan bila kita
mengungkapkan hal demikian. Oleh karena itu, konsentrasikan pikiran sejenak
pada percakapan tersebut.
5.
Jangan
mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan, sebaliknya bicaralah dengan
sikap yang menyenangkan. Mungkin kita mendapat perlakuan yang kurang enak dari
percakapan melalui telepon, tetapi sebaiknya kita dapat menahan diri untuk
tidak mengucapkan kata-kata kasar, bahkan sampai menyinggung perasaan penelpon.
Bagaimanapun juga, seorang sekretaris harus tetap ramah dan sopan di dalam
percakapan lewat telepon.
6.
Berusahalah
untuk menanggapi maksud pembicara dengan cepat dan memberi kesan bahwa orang
yang kita ajak bicara diperhatikan seperti layaknya kita berhadapan langsung
dengannya.
7.
Berbicaralah
dengan tempo yang sedang, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Bila kita
berbicara terlalu cepat, orang yang berkomunikasi dengan kita sering tidak
memahami isi pembicaraan kita. Tetapi bila kita berbicara terlalu lambat, orang
akan cepat bosan karena harus menunggu terlalu lama untuk memahami maksud
pembicaraan kita. Namun juga jangan berbicara dengan suara terlalu keras dan
perhatikan volume suara, ucapkan dengan kata yang jelas, lancar, dan kecepatan
yang normal.
8.
Apabila
kita menelepon, kita harus siap menyebut nama dan jabatan orang yang akan
dituju, di samping pokok pembicaraannya. Jangan sampai sesudah menghubungi
nomor tertentu, kemudian kita bertanya, “saya harus berbicara dengan siapa ya?”
9.
Apabila
kita menelpon seseorang, kita dapat menanyakan apakah saat ini memang waktu
yang tepat untuk berbicara. Barangkali saat ini orang yang kita tuju sedang
sibuk, sehingga kita terpaksa mengganggu di sela-sela kesibukannya.
10.
Jangan
menganggap bahwa panggilan telepon merupakan gangguan kepada pekerja. Bicaralah
seperlunya sesuai dengan maksud pembicaraan, dan jangan bicara di telepon tidak
boleh sambil makan atau berdecak.
|
|
Gambar 6. Cepat tanggapi jika
ada dering telepon
11.Catat poin pesan-pesan yang disampaikan.
12.
Mintalah nomor
teleponnya, sekaligus mintalah maaf jika membuat kesalahan-kesalahan sewaktu
dalam pembicaraan telepon.
13.
Mengakiri pembicaraan
dengan tepat. Jangan lupa mengucapkan kata “terima kasih” (thank you) dan “kembali” (you
are welcome), dan mengucapkan salam “Selamat pagi” atau Selamat Siang”
ketika mengakiri pembicaraan.
14.
Meletakkan gagang
telepon dengan pelan.
Q Hal-hal yang harus dihindari
sekretaris dalam komunikasi melalui telepon
[
Memakai bahasa informal,
terutama kepada orang yang belum akrab atau belum tahu siapa orang yang
berbicara di telepon.
[
Berbicara dengan orang lain
selagi berbicara di telepon.
[
Berbicara sambil makan sesuatu
atau mengunyah permen.
[
Berbicara terlalu banyak
basa-basi.
[
Berbicara dengan nada kasar atau
membentak.
[
Berbicara dengan nada
memerintah.
[
Penelpon dibiarkan menunggu
terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya bunyi musik yang diperdengarkan.
[
Penelpon ditransfer berkali-kali
atau ditransfer ke alamat yang salah.
[
Nada dan intonasi terkesan malas
atau tak ramah.
2.
LANGKAH-LANGKAH DAN TEKNIK MENERIMA TELEPON
a.
Teknik Mengangkat
Telepon
Setiap kali telepon berdering, harus segera diangkat,
jangan sampai dering telepon berbunyi lebih dari 3 (tiga) kali, sebab akan
mengganggu suasana kerja. Karena letak ruang sekretaris berdekatan dengan ruang
pimpinan, dering telepon yang terus-menerus pasti akan mengganggu konsentrasi
pimpinan. Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat bila telepon berdering,
walaupun sedang sibuk sekalipun, kita tidak dapat mengabaikan. Sikap dalam
menerima telepon, yakni ketika telepon berdering, angkat gagang telepon dengan
segera dan gunakan tangan kiri, tangan kanan siap dengan alat tulis.
Gambar 7. Teknik mengangkat telepon
b.
Menyiapkan Buku Catatan
Siapkan buku catatan dan
alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting. Sekretaris harus dapat bekerja
secara efektif dan efisien dengan menggunakan kedua tangannya, tangan kiri
memegang gagang telepon, tangan kanan mencatat pesan yang disampaikan.
c.
Memberi Salam Kepada Penelpon
Berilah salam sesuai dengan waktu kepada penelpon, kemudian
menyebutkan identitas perusahaan tempat kita bekerja (nama kantor atau nomor
telepon dan nama penerima telepon). Bila
penelpon lebih dulu mengucapkan salam dan kemudian menyeutkan identitas
perusahaan dan dirinya. Tidak cukup hanya menyapanya dengan bapak, ibu, atau
saudara, kemudian kita lanjutkan identitas diri dan perusahaan.
Tidak cukup kita menyapanya dengan bapak, ibu atau saudara;
tetapi dengan sebutan namanya, misalnya Bapak Djoko.
Jika penelpon tidak menunjukkan identitas dirinya, kita
dapat mengajukan dengan pertanyaan, misalnya “Maaf dapatkah saya
mengetahui dengan siapa saya berbicara?; atau “maaf,”
bolehkah saya mengetahui
mengetahui nama Bapak/Ibu/Saudara?; Tetapi jangan sampai kita bertanya seperti
anak kecil misalnya, “ini siapa sih.” Walaupun percakapan dilakukan melalui
telepon, tutur kata harus diperhatikan agar tidak menyinggung perasaan
penelpon.
c. Membuka Pembicaraan
Jika penelpon ingin berbicara dengan
pimpinan dan pimpinan kita ada ditempat kerja, penelpon dimohon untuk menunggu
sebentar karena kita harus menstranfer hubungan tersebut ke telepon pimpinan.
Jika ternyata pimpinan sedang tidak mau diganggu, maka dengan bijaksana kita
dapat mengatakan bahwa pimpinan sedang tidak berada di tempat kerja atau yang
lain. Biasanya hal ini terpaksa dilakukan apabila pimpinan sedang mengadakan
rapat, kita dapat segera menginformasikan keberadaan pimpinan, misalnya dengan
mengatakan, “Maaf, Bapak pimpinan sedang
mengadakan rapat, apakah Bapak/Ibu ingin
meninggalkan pesan yang dapat saya sampaikan kepada beliau?” Percakapan serupa
dapat juga dilakukan, apabila pimpinan sedang dinas keluar. Pada saat menjawab
penelpon, sekretaris tidak perlu memberikan jawaban yang mendetail, tetapi
cukup menginformasikan hal-hal yang inti saja.
Di sini, sekretaris ditantang untuk
menjawab secara diplomatis setiap pembicaraan. Misalnya, jika pimpinan sedang
menelpon seseorang, agar penelpon tidak terlalu lama menunggu, katakana bahwa
pimpinan sedang on line atau sedang
melakukan pembicaraan dengan telepon lain. Anda tidak perlu mengatakan pimpinan
sedang bercakap-cakap dengan Bapak Soeryanto dari Unesa. Jika kebetulan
pimpinan tidak berada di tempat, anda dapat juga mengajukan pertanyaan, apakah
berkenan dihubungkan dengan wakil pimpinan.
Tetapi Hindari penggunaan kata “halo” karena kurang
sopan. Kata “halo” hanya digunakan apabila menyambung pembicaraan yang terputus
atau ada gangguan. Contoh:
“Selamat pagi, PT DANA PERTAMA, di sini,” atau
“Selamat siang, di sini PT DANA PERTAMA,” atau
“Selamat sore, PT DANA PERTAMA, Fina bicara”
Apabila telepon itu datang dari dalam instansi sendiri, penerima telepon
dapat menjawab sebagai berikut.
“Selamat siang, dengan Septiani di sini” atau
“Pesawat 213, selamat
siang” atau
“Administrasi
Perkantoran. Septiani di sini.”
Jika penelepon tidak menyebutkan identitasnya, penerima telepon dapat bertanya:
“Bolehkah saya mengetahui siapa yang sedang bicara?”
“Bolehkah
saya mengetahui dengan siapa saya bicara?”
Hindari pertanyaan seperti berikut.
“Siapa ini?”, atau “siapa sih ini?” atau “Anda
siapa?” atau “Siapa yang bicara?”
d.
Hubungkan
segera Penelepon dengan yang Dicari
Yakinkan siapa orang yang akan dihubungi/dicari karena penelepon akan
sangat kecewa bila yang dihubungi tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
Sebagai contoh:
Yang ingin dihubungi Ardi, bukan Andi.
Yang ingin dihubungi Halimah, bukan Fatimah.
Sebaiknya penerima telepon mempunyai urutan alfabet untuk memudahkan dalam
mengeja nama maupun kata-kata yang kurang jelas.
e. Menciptakan Kesan yang Baik
1. Penelpon ingin berbicara langsung dengan atasan perusahaan, jawablah
dengan lembut atau sopan.
·
“Dapatkah Bapak/Ibu
menunggu sebentar?”
·
“Ya. Pak/Bu, apakah
dapat menunggu?”
Hindari ucapan:
·
“Tunggu yah” atau
·
“Bentar yah.”
2. Apabila penelepon bersedia menunggu sebelum disambungkan kepada yang
dituju, ucapan: “Terima kasih atas
kesabaran menunggu Bapak/Ibu. Sekarang
Bapak/Ibu dapat berbicara dengan Bapak/Ibu ……….”
3. Jika orang yang dicari atau diajak bicara oleh si penelepon sedang keluar,
penerima telepon harus:
· Memberikan keterangan kepada penelepon tentang ketidak hadiran orang yang
dicari secara singkat, tetapi tetap sopan, hati-hati, dan menyenangkan.
Contoh ucapan yang baik:
- “Bapak/Ibu …. Sedang keluar, dapatkah saya membantu Anda?”
- “Bapak/Ibu …. Sedang keluar, dapatkah Anda menelepon
kembali?”
- “Bapak/Ibu …. Sedang keluar, dapatkah Anda meninggalkan
pesan?”
· Berusaha untuk mendapatkan keterangan selengkapnya tentang identitas
penelepon.
4. Kadang-kadang penerima telepon harus menjawab telepon dengan kondisi atau
keadaan yang bukan sebenarnya tentang kegiatan dan keadaan pimpinan. Hal ini karena kondisi mengharuskan. Oleh karena itu, penerima telepon harus dapat
menjawab dengan bijaksana.
5.
Ketika penelepon
berbicara, penerima telepon harus mendengarkan baik-baik dan jangan mengganggu
pimpinan. Di sela-sela pembicaraan, penerima telepon sebaiknya memberikan
respon dengan kata-kata:
-
“Ya”
-
“Tentu”
-
“Ya, saya tahu”
-
“Benar”, dan sebagainya
6. Jika penelepon salah sambung, penerima telepon berbicara: “Maaf Anda telah salah sambung, di sini
7431265” (identitas penerima telepon).
b. Mencatat Pesan
Apabila telepon tidak dapat disambungkan kepada yang dituju, penerima
telepon harus:
a. Mencatat segala sesuatu yang diperlukan;
b.
Memberikan
keterangan yang jelas dan lengkap;
c.
Menanyakan
kepada penelepon nama dan nomor teleponnya, hal ini penting bila penerima
telepon atau pimpinan ingin menelepon kembali;
d.
Menghindari
kesalahan-kesalahan isi pesan dari si penelepon dengan cara menyebutkan kembali
pesan tersebut;
|
LEMBAR PESAN TELEPON
|
|
Untuk
:
Tanggal :
Bagian
:
Jam :
|
|
Dari :
Bpk/Ibu......................................................................
Perusahaan
:...................................................................................
No. Telepon
:..................................................................................
|
|
Pesan
:
|
|
Keterangan:
Penting
Akan menelpon kembali
Minta ditelpon kembali Hanya menelpon
|
|
Diterima oleh:
(.................................................)
|
Gambar 9. Formulir Lembar Pesan
Telepon (LPT)
c. Salam Penutup
Jika telah
menyelesaikan pembicaraan dengan penelepon, penerima telepon sebaiknya
mengucapkan “Selamat pagi” atau “siang” atau “sore” dan jangan meletakkan
gagang telepon mendahului penelpon, tunggu sampai gagang telepon diletakkan
atau telepon ditutup selama dua atau tiga detik oleh penelepon.
3.
LANGKAH DAN TEKNIK MENELEPON
a) Berikut adalah hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum
melakukan telepon keluar:
1. Alat
Agar latihan ini dapat
berjalan dengan baik, berikut ini adalah alat-alat yang dibutuhkan.
[
alat tulis (pulpen, kertas)
[
pesawat telepon
[
meja dan kursi (tempat pesawat
telepon dan duduk Anda)
[
format penerima pesan
2. Bahan
[ Pesan lisan
3. Langkah Kerja
[
Mengangkat gagang telepon ketika
telepon berdering.
[
Mengucapkan salam.
[
Menanyakan Keperluan penelepon dengan
ramah dan penuh perhatian.
[
Mencatat pesan pada format
penerima telepon.
[
Menyalin pembicaraan dan
mengucapkan salam penutup.
[ Mengambil
formulir penerimaan pesan dan mencatat pesan telepon dengan benar.
b) Teknik Menelepon
a.
Sebelum Menelepon
1)
Siapkan nomor telepon yang akan dihubungi:
Jangan mengangkat gagang
telepon sebelum Anda benar-benar yakin nomor telepon yang dituju.
2)
Sediakan buku catatan untuk mencatat hasil percakapan
atau menulis pokok-pokok pembicaraan.
b.
Saat Menelepon
Gambar 11. Telepon Model
Tekan
Setelah mengamati gambar tersebut, dapat dijelaskan cara-cara menelpon
adalah melalui tahapan sebagai berikut.
1)
Angkat
gagang telepon, dengar nada pilih.
2)
Putarlah
atau nomor telepon yang diinginkan atau yang dituju.
3)
Sesuaikan
nomor kode wilayah, apakah lokal, interlokal atau internasional. Misalnya untuk lokal langsung memutar/menekan
nomor yang dituju, contoh:
(a)
Telepon
Interlokal, putar/tekan kode wilayah, lalu nomor telepon yang dituju.
Misalnya
: (031) 3717684
Kode wilayah Bandung : 031
Nomor yang dituju
: 3717684
(b)
Telepon Internasional,
putar/tekan kode awal internasional, kode negara, kode wilayah, lalu nomor
telepon yang dituju.
Misalnya :
(001) (61) 2 8180765
Kode internasional : 001 atau
008
Kode negara (misalnya Australia) : 61
Kode wilayah (misalnya kode kota Sydney) :
2
Nomor telepon yang dituju : 8180765
4) Apabila penelepon mendengar nada pilih, atau nada sedang sibuk, penelepon
menutup telepon beberapa saat, kemudian dapat mengulang kembali menekan nomor
yang dituju atau tekan tombol “redial”.
5) Bila hubungan telah tersambung dan pihak yang dituju telah mengangkat
gagang telepon, sebelum mengutarakan maksud dan tujuan, pastikan bahwa nomor
yang dituju benar.
6) Apabila sudah benar sebutkan identitas Anda sebagai penelpon atau kantor
penelepon, misalnya “Selamat pagi, kami dari PT Cipta Karya, dapatkah bicara
dengan Bapak Joko?”
7)
Ucapkanlah dengan jelas dan singkat maksud dan tujuan
penelepon.
8) Catat semua jawaban yang diterima.
9)
Berikan
selalu kesan ramah dan ucapkan salam penutup.
Bagaimanakah bila Anda menelpon ke suatu instansi
yang di dalamnya menggunakan jasa operator atau sistem PMBX atau PABX? Dalam hal demikian lakukanlah prosedur sebagai berikut.
1.
Angkat
gagang telepon, dengar nada pilih.
2.
Putarlah
atau nomor telepon yang diinginkan atau yang dituju.
3.
Sesuaikan
nomor kode wilayah, apakah lokal, interlokal atau internasional.
Misalnya untuk
lokal langsung memutar/menekan nomor yang dituju, contoh:
Telepon
Interlokal, putar/tekan kode wilayah, lalu nomor telepon yang dituju.
Misalnya : (022) 5245532
Kode wilayah
Bandung : 022
Nomor yang dituju : 5245532
Telepon Internasional, putar/tekan kode awal
internasional, kode negara, kode wilayah, lalu nomor telepon yang dituju.
Misalnya : (001) (61) 2 8180744
Kode
internasional :
001 atau 008
Kode negara
(misalnya Australia) : 61
Kode wilayah
(misalnya kode kota Sydney) : 2
Nomor telepon yang dituju : 8180744
4. Apabila penelepon mendengar nada pilih, atau nada sedang sibuk, penelepon
menutup telepon beberapa saat, kemudian dapat mengulang kembali menekan nomor
yang dituju atau tekan tombol “redial”.
5. Bila hubungan telah tersambung dan pihak yang dituju telah mengangkat
gagang telepon, sebelum mengutarakan maksud dan tujuan, pastikan bahwa nomor
yang dituju benar.
6. Apabila sudah benar sebutkan identitas Anda sebagai penelpon atau kantor
Anda, misalnya “Selamat pagi, kami dari PT Cipta Karya, dapatkah bicara dengan
Bapak Joko di bagian … ?” atau mintalah kepada operator untuk menyambungkan
Anda ke pesawat tertentu, “Minta tolong disambungkan ke pesawat 403” atau “Bisa
disambungkan ke pesawat 403?” Atau jika di instansi Anda menelpon terdapat jasa
PABX, Anda bisa langsung menekan pesawat yang Anda inginkan begitu Anda telah
tersambung dengan nomor yang Anda tuju.
7. Jika sudah tersambung dengan pesawat yang dimaksud, ulangi untuk
menegaskan identitas Anda sebagai penelpon dan kantor Anda.
8.
Ucapkanlah
dengan jelas dan singkat maksud dan tujuan penelepon.
9. Catat semua jawaban yang diterima.
10.
Berikan
selalu kesan ramah dan ucapkan salam penutup.
Bagaimana Anda
harus menelpon jika di dalam instansi Anda bekerja digunakan jasa operator yang
akan menghubungkan telepon jika harus menelpon keluar? Dalam hal demikian,
sebelum telepon tersambung keluar yaitu nomor yang Anda tuju, mintalah operator
untuk menyambungkannya. Jadi, setelah Anda mendengar ada nada pilih, tekanlah
nomor yang diprogram untuk operator, mintalah untuk disambungkan ke nomor
tertentu. Selanjutnya lakukan prosedur yang sama
sebagaimana tertulis di atas.
c.
Mengakhiri Pembicaraan
Apabila Anda sudah yakin bahwa semua data telah diperoleh, berilah salam
penutup dan ucapkan terima kasih, misalnya, “Terima kasih Ibu Fina, selamat
pagi” atau “Terima kasih atas segala informasi Ibu Fina, selamat pagi.”
d.
Meletakkan Gagang Telepon
Apabila pembicaraan selesai, letakkanlah gagang telepon dengan baik dan
perlahan, agar tidak mempunyai kesan marah dengan membanting telepon.
4.
HAMBATAN – HAMBATAN DALAM MENANGANI TELEPON
Hambatan terbagi dalam dua hal, yaitu faktor alat dan
faktor komunikasi.
1. Faktor Alat
Hambatan dari
faktor peralatan/alat, yaitu:
[ Suara berisik.
[ Suara timbul tenggelam.
[ Suara mengecil.
[ Saat memutar/menekan tombol telepon, tidak terdengan nada kontak.
[ Nada sambung tidak terdengar.
[
Di
tengah-tengah pembicaraan sambungan terputus.
2.
Faktor
Pemakaian (Komunikan dan Komunikator)
Hambatan dari
faktor pemakaian, yaitu:
[ Berbicara monoton dan tidak jelas pengucapannya.
[ Berdecak atau berbicara di telepon sambil makan.
[ Meninggalkan telepon sambil bicara kepada orang lain.
[ Berbicara terlalu cepat.
[ Desah nafas yang terdengar.
[ Berbicara kotor atau sambil bersenda gurau.
[ Berbicara sambil kepala bergerak ke kiri dan ke kanan.
[
Letak gagang telepon
terlalu ke atas/ke bawah.
|
TATA LAKSANA PROSEDUR PEMBUATAN SURAT
|
A. PENGERTIAN SURAT MENYURAT
Menurut Kamus Besaar Bahasa Indonesia, edisi ketiga
tahun 2002, kata surat mempunyai arti kertas yang
bertulis atau secarik kertas sebagai tanda atau keterangan sesuatu yang
ditulis. Jadi surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu
pihak kepada pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi
atau perusahaan
Sebuah surat dibuat dan dikirimkan dengan maksud agar si
penerima surat mengerti maksud si pembuat surat. Oleh sebab itu agar isi surat
sampai sesuai dengan kehendak si pengirim/ si pembuat
surat, maka dalam membuat surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.
Surat harus dibuat dalam bentuk
yang menarik
2.
Surat hendaknya dibuat dengan
bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele dan menggunakan bahasa yang
baik dan benar
3.
Hindari penggunaan kata dan
kalimat yang tidak perlu dan dapat membingungkan pihak penerima
4.
Isi langsung kepada pokok
permasalahan
5.
Menggunakan bahasa yang sopan
dan menarik
Jika seseorang / organisasi melakukan
komunkasi secara terus – menerus dan tidak mendapat tanggapan, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa komunikasi tersebut tidak berhasil dan tidak
berkelanjutan, serta hal ini tidak dapat dikatakan surat menyurat. Oleh karena
itu, surat-menyurat atau korespondesi adalah gubungan komunkasi tertulis yang
dilakukan secara terus-menerus, secara timbal bailik antara yang satu dengan
yang lainnya.
Didalam sebuah organisasi, korespondensi dapat
di bagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.
Korespondensi ekstern adalah
hubungan surat menyurat yang dilakukan oleh organisasi dengan pihak luar
2.
Korespondensi intern adalah
hubungan surat menyurat antar pejabat dalam sebuah organisasi/kantor dan dapat
juga antar kantor cabang dan pusat atau sebaliknya
B. TUJUAN DAN FUNGSI
SURAT
Manusia dalam melakukan tugas dan
pekerjaannya pasti memiliki tujuan, baik itu untuk kepentingan dirinya atau
untuk tujuan bersama. Bagitu pula dalam surat-menyurat, tentu memiliki tujuan
Adapun
tujuan membuat surat adalah ;
Ø Untuk
menyampaikan pesan/informasi
Ø Untuk
memperlancar arus informasi
Ø Untuk
membuat sipenerima paham dan mengerti terhadap isi surat sehingga kominkasi
dapat berkelanjutan
Disamping
tujuan di atas, surat sebagai alat komunikasi mempunyai 7 fungsi :
1. Sebagai wakil atau duta si penulis dan pengirim
surat
Disini
surat berperan menjadi pembawa misi untuk menyamnpaikan isi surat mewakilik si
penulis surat. Sipenulis surat tidak perlu datang sendiri untuk menmui orang
yang dituju cukup diwakili oleh surat yang dibuatnya
2
Alat pengingat / berpikir
Apabila
suatu saat isi surat diperlukan kembali dapat diambil kembali dari surat yang
telah disimpan atau diarsipkan
3.
Bukti Hitam Putih
Dalam
sebuah organisasi apabila terjadi suatu masalah, maka surat dapat dijadikan
sebagai hitam di atas putih seperti contoh : surat perjanjian, kuitansi, faktur,
surat tanda terima dan lain-lain
4.
Dokumen Historis
Arsip
yang telah di simpan lama dapat digali kembali untuk mengetahui sejarah masa
lampau
5.
Jaminan keamanan
Surat
keterangan jalan adalah contoh surat yang akan memberikan jaminan keamanan
dalam perlajanan
6.
Pedoman dan Dasar Bertindak
Misalnya
surat keputusan, surat perintah, surat tugas
adalah surat sebagai pedoman dan dasar untuk melakukan
tindakan/pekerjaan yang diberikan atasannya
7.
Alat promosi
Dalam
Kop surat akan tertera nama perusahaan dan jenis usaha untuk dapat dilihat oleh
si penerima surat yang sekaligus berfungsi sebagai promosi
C. JENIS-JENIS SURAT
Jenis-Jenis surat ternyata tidak hanya
satu tetapi ada bermacam-macam jenis surat. Surat-surat dapat dikelompokan
berdasar pada sifat surat, wujud surat, kemanan isinya, proses penyelesaiannya,
jumlah penerima atau sasarannya, maksud dan tujuannya serta dinas pos. Mari
kita membahasnya satu persatu
1. Jenis surat berdasarkan sifatnya
Berdasarkan
sifatnya surat dapat dibagi memjadi 5 macam, yaitu surat pribadi, surat niaga,
surat sosial dan surat resmi. Dibawah ini kita akan membahasanya satu persatu
v Surat
Pribadi
Adalah surat yang dibuat oleh
seseorang ( atas nama pribadi ) yang berisi tentang hal-hal yang bersifat
pribadi. Surat pribadi dibagi menjadi 2 macam, yaitu surat pribadi yang
bersifat kekeluargaan ( misalnya surat dari anak kepada orang tuanya, surat
perkenalan dengan seseorang , surat dari dan untuk saudara dan sebagainya) dan
surat pribadi yang bersifat resmi ( misalnya surat lamaran pekerjaan, surat
permohonan izin tidak masuk kerja/sekolah, surat dari seorang pegawai yang
sisinya tentang permohonan cuti dan sebagainya) Surat Pribadi yang bersifat
resmi dapat disebut pula setengah resmi
v Surat
Niaga
Adalah surat yang terdapat dalam dunia
bisnis atau dunia niaga atau surat yang dibuat dan dikirim dari satu badan
usaha/perusahaan ditujukan kepada badan usaha/perusahaan lainnya. Contoh
: Surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat penawaran dan lain-lain
v Surat
Dinas Pemerintah
Adalah surat yang dibuat oleh instansi
pemerintah yang isinya mengenai soal kedinasan. Surat dinas disebut juga dengan
surat jabatan karena surat tersebut dibuat dan di tanda tangani seseorang atas
nama jabatanya dalam suatu instansi ( bukan atas pribadi ) contoh : surat tugas, surat instruksi, surat perintah, surat
keputusan dan sebagainya.
v Surat
Sosial
Adalah surat yang dibuat oleh
lembaga-lembaga sosial yang isinya tentang kegiatan sosial dan bukan mencari keuntungan
semata-mata
v Surat
Dinas Swasta
Adalah surat yang dipergunakan oleh
instansi swasta yang isinya menyangkut kepetingan instansi swasta tersebut.
Contoh : surat undangan rapat rutin /berkala, surat panggilan pegawai, surat peringatan
untuk pegawai.
2.
Jenis Surat Berdasarkan Wujudnya
Berdasarkan wujudnya ( secara fisiknya
) surat dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu kartu pos, warkat pos, surat
bersampul, memorandum dan nota, telegram dan teleks. Hal ini akan kita bahas
sekarang satu persatu-satu
v Kartu
Pos
Adalah selembar kertas karton tipis
yang berukuran 10 x 15 Cm yang digunakan untuk menulis surat yang isinya
singkat dan tidak bersifat rahasia, Kartu Pos dikeluarkan oleh Perum Pos dan
Giro atau pihak swasta. Biasanya penggunaan kartu pos in untuk surat yang isinya
tidak menyangkut rahasia pribadi ataupun rahasia perusahaan/instansi sehingga
jikalau terbaca oleh orang yang tidak berkepentinganpun tidak akan merugikan
pihak manapun
v Warkat
Pos
Adalah sehelai kertas yang dicetak
sedemikian rupa sehingga apabila dilipat dapat berupa sebuah amplop dan apabila
dibuka di dalamnya dapat digunakan untuk menuls surat. Warkat Pos hanya di
lekuarkan oleh Perum Pos Dan Giro
Warkat
pos ini terdiri dari 2 bagian, yaitu :
a.
Bagian lurar surat mempunyai 2
fungsi, yaitu :
~ Bagian depan ; untuk menulis alamat yang
dituju
~ Bagian belakang : untuk menulis alamat si
pengirim
b.
Bagian dalam surat berfungsi
untuk menulis isi/berita surat sehingga kalau
sudah dilipat terlihat seperti amplop
surat
v
Surat Bersampul
Adalah surat yang isinya ditulis dalam lembaran-lembaran
kertas terpisah, kemudian dilipan dan disimpan/dimasukan dalam sampul tertutp /
amplop. Ada 3 kegunaan sampul surat
ialah :
a. Menjaga agar isi surat tidak terbaca oleh
orang yang tidak berkepentingan
b. Mengemas surat / berita yang terdiri dari
beberapa lembar
c. Sebagai alas an kesopanan/kepantasan
v
Memorandum dan Nota
Adalah surat yang hanya berlaku ( digunakan ) untuk kantor
atau suatu organisasi yang berisi tentang permintaan dan pemberian informasi
dan petunjuk. Apakah memorandum dan nota berbeda ? Jawabnya Ya. Perbedaannya terletak pada siapa yang
membuatnya dan ditujukan kepada siapa memo dan nota tesebut.
Memo dibuat oleh pejabat yang lebih
tinggi ditujukan kepada bahwahn atau sebaliknya maupun kepada pejabat yang setaraf, sedangkan Nota
dibuat oleh pejabat yang lebih tinggi kepada bawahnya atau antar pejabat yang
setaraf dalam suatu kantor. Kertas untuk memo dan nota umumnya berukuran
setengan folio atau setengah kuarto
v
Telegram dan Teleks
Telegram adalah surat/berita yang
dikirim dari jarak jauh. Sedangkan Teleks adalah pertukaran berita yang
tercetak dari jarak jauh
3. Jenis Surat Berdasarkan kemanan
isinya
Berdasarkan keamanan isinya, surat
digolongkan menjadi 4 macam, yaitu surat sangat rahasia, surat rahasia, surat
konfidensial ( terbatas ) dan surat biasa. Mari
kita membahasnya masing-masing dari surat tersebut satu persatu.
v Surat
Sangat Rahasia
Surat Sangat Rahasia adalah surat yang
isinya tidak boleh diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan dan biasanya
berkaitan dengan dokumen-dokumen yang berhubungan erat dengan keamanan negara
Contoh : Lembar soal Ujian Nasional maupun dokumen negara lainnya.
Biasanya
surat sangat rahasia diberi kode SRHS atau SR
lalu dilak ban dimasukan ke sampul kedua yang beri kode SRHS atau SR
kemudian dimasukan ke dalam sampul ketiga tanpa dilak maupun tanpa kode SRHS
atau SR
v Surat
Rahasia
Surat Rahasia adalah surat yang isinya
tidak boleh dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan karena mengandung
kerahasiaan
Surat
Rahasia diberi kode RHS atau R. Berbeda
dengan surat sangat rahasia, surat rahasia ini dikirimkan mengunakan dua buah
sampul, sampul pertama diberi kode RHS atau R dan dilak Kemudian dimasukan ke
dalam sampul kedua tanpa dilak dan tanpa diberi kode RHS atau R. Sampul kedua
tersebut merupakan sampul biasa
v Surat
Konfidensial ( Terbatas )
Surat konfidential adalah surat yang
isinya hanya boleh dikethui oleh pejabat yang bersangkutan
v Surat
Biasa
Surat biasa adalah surat yang isinya
boleh di ketahui oleh orang lain karena tidak menimbulkan kerugian siapa saja
yang membacanya
4. Jenis Surat Berdasarkan Proses
Penyelesaiannya
Berdasarkan Proses penyelesaiannya,
surat di bagi menjadi 3 macam yaiut surat sangat segera, surat segera dan surat
biasa. Kita akan membahas masing-masing surat tersebut satu persatu
v Surat
Sangat Segera
Surat sangat segera adalah surat yang
cara pengirimannya mendapat perioritas pertama agar segera sampai kepada
penerimnya. Oleh karena itu penyelesaiannya dan pengirimannya harus dilakukan
dalam waktu sesingkat-singkatnya . Untuk kepetingan itu maka surat-surat lain
dapat di kalahkan.
v Surat
Segera
Surat Segera adalah surat yang harus
disampaikan kepada penerimanya, tapi bukan berarti yang mendapat perioritas
pertama
v Surat
Biasa
Surat biasa adalah surat yang harus
disampaikan kepada penerimnya, tetapi tidak mendapat perioritas utama seperti
yang terjadi pada surat sangat segera dan surat segera
5. Jenis Surat Berdasarkan Jumlah
penerimanya
Jenis surat berdasarkan jumlah
penerimanya atau sasaran yang dituju dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu surat
biasa, surat edaran dan surat pengumuman
v Surat
Biasa
Surat biasa adalah surat yang dirimkan
kepada seseorang atau kepada seorang pejabat suatu organisasi
v Surat
Edaran
Surat Edaran adalah surat yang
dikrimkan kepada beberapa pejabat atau beberapa orang tertentu
v Surat
pengumuman
Surat Pengumuman adalah surat yang
memuat berita untuk sejumlah orang atau pejabat yang namanya tidak disebukan
satu per satu
6. Jenis Surat Berdasarkan maksud
dan Tujuannya
Berdasar maksud dan tujuannya surat
dapat dibagi menjadi beberapa macam, seperti surat pemberitahuan, surat
perintah, surat instruksi, surat permohonan, surat panggilan, surat peringatan,
surat pengantar, surat tugas, surat keputusan, surat panggilan, surat
perinatan, surat penganar, surat penawaran, surat pesanan, surat pengiriman
barang. Mari kita membahasnya masing-masing jenis surat tesebut
v Surat
Pemberitahuan
Surat Pemberitahuan adalah surat yang
mempunyai maksud untuk memberitahukan tentang segala hal yang menyankut
kepentingan bersama
v Surat
perintah
Surat Perintah adalah surat yang
mempunyai maksud memberi perintah kepada bawahan dengan tujuan untuk
melaksanakan tugas di luar pekerjaan rutin. Dengan adanya surat perintah ini,
penerima berhak memperoleh fasilitas-fasilitas yang telah ditetapkan agar dapat
melaksanakan tugasnya dengan efisien dan efektif
v Surat
Instruksi
Surat Instruksi pada dasarnya,
pengrtiannya sama dengan surat perintah
v Surat
permohonan
Surat Permohonan adalah surat yang
mempunyai maksud untuk memohon suatu hal, seperti memohon untuk cuti, memohon
untuk memakai suatu kendaran milik perusahan dan lain sebagainya dengan tujuan
untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan bersama
v Surat Panggilan
Surat Panggilan adalah surat yang
mempunyai maksud untuk memanggil seseorang dengan tujuan tertentu tergantung
dari siapa yang memanggil orang tersebut
v Surat
Peringatan
Surat Peringatan adalah surat yang
diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk memberikan peringan kepada orang
yang bersangkutan karena orang tersebut melakukan sesuatu yang melanggar
ketentuan. Biasanya surat peringatan ini diberikan sebanyak 3 kali kepada orang
yang bersangkutan
v Surat
pengantar
Surat Pengantar adalah surat yang
diberikan kepada suatu instansi tertentu dengan maksud memberi suatu pengantar
apabila orang atau barang telah sampai kepada instansi yang dimaksud
v Surat
Tugas
Pada dasarnya, pengrtian surat tugas
itu sama dengan pengertian surat perintah dan surat instruksi
v Surat Keputusan
Surat Keputusan adalah surat yang
dibuat oleh pejabat yang berwenang dengan maksud memberi suatu keputusan
mengenai hal-hal yang dianggap penting dan perlu dengan tujuan agar dapat dilaksanakan
secepat mungkin
v Surat
Penawaran
Surat penawaran adalah surat yang
dibuat dan dikirmkan oleh penjual kepada calon pembeli untuk menawarkan barang
atau jasa. Penawaran barang atau jasa dari penjual kepada calon pembeli terjadi
karena adanya permintaan penawaran dari calon pembeli aau dapat juga tanpa
adanya permintaan penawaran dari calon pembeli
v Surat Pesanan
Surat Pesanan adalah surat yang dibuat
dengan maksud dan tujuan untuk memesan barang atau jasa kepada pihak penjual
dengan menyebutkan kreteria barang yang diinginkan
v Surat
pesanan
Surat Pesanan adalah surat yang dibuat
dengan maksud dan tujuan untuk memesan barang atau jasa kepada pihak pnejual
dengan menyebutkan kreteria barang yang diinginkan .
v Surat Pengiriman Barang
Surat Pengiriman barang adalah surat
yang di buat dengan maksud dan tujuan agar pembeli mempunyai persiapan untuk
penerimaan barang tersebut karena sangat
mungkin apabila barang pesanan tersebut memerlukan tempat penyimpanan ( tempat
barang ) khusus
7. Jenis Surat Berdasarkan Dinas
Pos Surat
Berdasarkan dinas pos surat, maka
surat dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu surat kilat khusus, surat kilat,
surat biasa, surat tercatat, dan surat berharga. Mari kita membahas
masing-masing jenis jenis surat yang telah kita sebutkan di atas
v Surat
Kilat Khusus
Surat Kilat khusus adalah surat yang
harus secepatnya disampaikan kepada penerimanya secara tercatat. Surat Jenis
ini dikirimkan paling dahulu dan biasanya dibuatkan resinya sebagai tanda bukti
penririmannya. Pengiriman surat kilat khusus ini biasanya hanya dapat dilayani
pada kantor pos besar
v Surat
Kilat
Surat kilat adalah surat yang harus
secepatnya disampaikan kepada penerimanya secara biasa. Surat ini harus
didahulukan dibandingkan dengan surat biasa lainnya, tetapi tidak secara tercatat.
Pengirimannya dapat dilayani di setiap kantor Pos
v Surat
Biasa
Surat Biasa adalah surat yang harus
disampaikan kepada penerimanya secara biasa menggunakan sampul biasa dan
biayanya relatif lebih murah. Pengiriman surat jenis ini berdasrkan urutan
surat yang ada
v Surat
Tercatat
Surat Tercatat adalah surat yang cara
pengirimannya biasa, tetapi ada tanda buykti pengiriman yang diberikan kepada
pengirim surat. Pengiriman Surat tersebut di catat oleh pegawai Pos
v Surat
Berharga
Surat Berharga adalah surat yang dapat
dipercaya kebenarannya, seperti akte kelahiran, akte tanah, surat perjanjian,
sertifikat tanah, surt izin mendirikan bangungan
D. BAHASA SURAT
1)
Bahasa yang jelas
Yang dimaksud dengan jelas adalah bahas yang tidak memberi
peluang untuk ditafsirkan secara berbeda. Bahas dikatakan jelas jika dua orang
atau lebih mempunyai penafsiran yang sama tentang suatu maksud .
Faktor penyebab ketidakjelasan adalah mulai dari kesalahan
dalam penulisan ejaan sampai ketidak rapihan penataan alenia.
2)
Bahasa yang lugas
Lugas dapat diartikan sederhana, simple, langsung pada
masalah. Dalam dunia bisnis orang selalu menginginkan segala sesuatu serba
cepat dan seca praktis atau lugas. Sehingga setiap penulisan gagasan,
penyelesaian masalah dilakukan tidak bertele-tele atau berbelit-belit.
Penggunaan bahasa harus padat dan hemat tetapi tetap mengandung makna yang
lengkap dan jelas.
3)
Bahasa yang umum
Yang dimaksud dengan bahasa umum dalam pembahasan ini
adalah bahas resmi yang memasyarakat, bahasa baku yang dipakai di depan umum,
bahasa yang dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Bahasa umum juga dapat
dikatakan sebagai bahas standar.
4)
Kata yang baku
Yang dimaksud dengan kata baku atau standar adalah kata
yang dianggap paling benar ditinjau dari segi penulisan dan pengucapannya.
5)
Ungkapan tetap
Ungkapan tetap atau
dapat juga disebut ungkapan idiomatik adalah ungkapan yang unsurnya terdiri
atas dua kata atau lebih yang berpola tetap (konstruksinya berbentuk frasa, dan
disebut frasa transisi)
6)
Pemakaian EYD
a) Penulisan huruf
b) Penulisan kata
c) Penulisan unsur serapan
d) Pemakaian tanda baca
E. BENTUK – BENTUK SURAT
1)
LURUS PENUH (Full Block Style)
2) BENTUK LURUS (BLOCK)
3)
BENTUK
SETENGAH LURUS
4) BENTUK BERTAKUK
Secara keseluruhan bentuk surat bertakuk (Idented Style) dan bentuk surat
setengah lurus tidak jauh berbeda . Perbedaannya hanya terletak pada cara
penulisan alamat tujuan. Penulisan alamat tujuan yang bergerigi inilah yang
disebut bertakuk.
Penulisan garis pertama alamat tujuan dimulai dari margin
kiri. Awal baris kedua dimulai setelah masuk lima hentakan dari awal baris
pertama. Awal baris ketiga dimulai setelah masuk lima hentakan dari awal baris
kedua; dan seterusnya
5)
Alinea Menggantung (Hanging Paragrafh Style)
Sesuai dengan namanya, alenia pada model ini memang
menggantung. Jika pada model lain awal alenia dimulai dari margin kiri atau
masuk lima hentakan ketik, pada model ini hanya awal alenia yang dimulai dari
margin kiri, sedangkan baris berikutnya masuk lima hentakan ketik dari margin
kiri.
6) Bentuk Resmi Indonesi
Lama (Official Style )
Bentuk resmi Indonesia lama memiliki penempatan
bagian-bagian surat yang khas. Bentuk surat berperihal ini dipakai oleh instansi pemerintah
dan masyarakat umum.
7) Bentuk Resmi Indonesia Baru (New Offical Style)
Bentuk resmi Indonesia baru ini
tidak jauh berbeda dengan bentuk resmi Indonesia lama. Pada bentuk ini
penulisan notasi tiga serangkai: nomor, lampiran, dan hal tetap pada posisinya,
yaitu di sebelah kiri atas. Demikian pula tanggal, tetap ditempatkan di sebelah
kanan atas.
Posisi alamat tujuan pada bentuk
resmi baru ini tidak sama dengan bentuk resmi lama. Alamat tujuan letaknya di
sebelah kiri, turun beberapa spasi dari isi perihal. Pengetikan nama kota tidak
masuk lima hentakan dari awal baris di atasnya.
Perbedaan lain terletak pad
penulisan salam penutup, nama organisasi yang mengeluarkan surat, nama
penadatangan, dan jabatan penanda tangan surat. Rangkaian penulisan bagian
surat itu tidak ditulis centering,
melainkan ditulis secara block.
D. BAGIAN – BAGIAN SURAT
1.
Kepala Surat
a.
Terletak di
bagian atas surat
b.
Berfungsi
sebagai identitas diri bagi instansi/ perusahaan yang bersangkutan
c.
Identitas:
1.
nama
instansi
2.
lambang/logo
3.
alamat lengkap
4.
nomor
telepon, faksimil atau e-mail
Contoh :
|
|
WIKRAMA
Yayasan Prawitama
Sekolah menengah kejuruan
· Bisnis & Manajemen
·
Teknologi
Informasi
|
Jl. Raya Wangun Kel. Sindangsri Bogor
Po. Box 1
Ciawi Bogor 16720
Telp./Faks.
(0251) 242411
e-mail :smk-wikrama@telkom.net
|
2.
Nomor Surat
Berguna
untuk:
·
pengarsipan
·
mengetahi banyaknya surat keluar
·
tahun rujukan dalam surat menyurat tahap berikutnya
Berisikan :
·
nomor urut surat
·
kode surat
·
angka bulan
·
angka tahun
Contoh:
Nomor :
045/KOP-GG/VI/05
3.
Tanggal Surat
·
Nama tempat tidak perlu dituliskan apabila sudah tercantum dalam
kepala surat.
·
Nama bulan dan angka thun ditulis lengkap
Contoh : Bandug, 6 September 2005
6 September 2005
4. Lampiran
a. sebagai penunjuk bagi penerima surat
tentang adanya keterangan tambahan selain surat itu sendiri.
b. Bila tidak ada lampiran sebaiknya
tidak dicantumkan lampiran.
c. Pencatuman jumlah lampiran dengan
huruf atau angka.
Contoh :
Lampiran :
satu berkas
Lampiran : 3
helai
5.
Hal Surat
a. Soal yang dibicarakan dalam surat
b. Ditulis dengan singkat, jelas dan
menarik
c. Huruf pertama pada setiap katanya
ditulis dengan huruf kapital
d. Tidak menggunakan titik
Contoh :
Hal :
Undangan Rapat Panitia
6.
Alamat Surat
a. Alamat dalam ditulis pada kertas
surat, sebagai pengontrol baik bagi penerima surat maupun pengirim.
b. Alamat luar ditulis pada amplop dengan
jelas dan lengkap
Contoh :
Yth. Endang
Taurin
Jalan Asia
Afrika 123
Bandung
40111
7.
Salam Pembuka
a. Sebagai penghormatan terhadap pihak
yang dituju.
b.Digunakan agar surat tidak terasa
kaku.
Contoh :
Dengan hormat,
Ibu Rina yang terhormat
8.
Isi Surat
a. Terbagi atas :
1. Alinea pembuka, sebagai isi dan alinea penutup
Contoh :
v Bersama ini kami kirimkan kepada
Bapak…………..
v Membalas surat Ibu tanggal
Contoh salah :
Dengan ini kami mengajukan surat
lamaran untuk ……………….
Bersama ini kami beritahukan bahwa
surat Saudara………………
2. Alinea Isi, merupakan bagian surat
yang menerangkan maksud penulisan surat, ketentuan :
a. Urutan sistematis
b. Setiap alinea mewakili satu gagasan
utama
c. Bahasa sopan dan menarik
d. Perhatikan penulisan ejaan
e. Hindari pemakaian akronim/singkatan
yang belum lazim.
3. Alinea penutup, berupa simpulan,
harapan, ucapan terima kasih atau selamat
Contoh :
Atas bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih
Contoh (salah) :
Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih
9.
Salam Penutup
a. Huruf awal ditulis dengan huruf
kapital
b. Diakhiri dengan tanda koma
Contoh :
Hormat kami,
10.
Pengirim Surat
a. Pihak yang bertanggung jawab atas
penulisan/penyimpanan surat
b. Sebutkan identitas diri: jabatan,
nomor induk pegawai, cap dinas.
c. Nama pengirim tidak bergaris bawah,
tidak diberi tanda kurung.
Contoh :
Hormat kami,
Ttd
Marcelina Utamia
Sekretaris Panitia
11.
Tembusan Surat
a. Dibuat jika isi surat perlu diketahui
pihak lain.
b. Disusun berdasarkan urutan
tingkat/hirarki (dari atas)
c. Kata arsip/pertinggal tidak perlu
dicantumkan
Contoh :
Tembusan :
1. Kakanwil Depdiknas Jawa Barat
2. Kakandep Depdiknas Cirebon
12.
Inisial
a.
Singkatan dari nama pengonsep dan pengetik surat.
b. Berguna untuk mengetahui siapa
pengonsep dan pengetik surat.
Contoh :
MU/YE
Marcelina Utami
(Pengonsep)
Yustina
Eka (Pengetik)
E.
PENGGUNAAN KERTAS
1.
Macam-macam kertas untuk
surat
a.
Kertas HVS (Houtvrij Schrijfpapier) untuk mengetik
surat asli.
b.
Kertas tips atau doorslag untuk tembusan
c.
Onionskin paper, kertas ini tipis namum kuat,
digunakan untuk surat-surat yang dikirim ke luar negri.
d.
Kertas stensil digunakan untuk surat-surat yang
berjumlah banyak.
2.
Ukuran kertas
Ukuran kertas yang digunakan disesuaikan dengan
panjang pendeknya isi surat. Unuk surat yang panjang digunakan kertas berukuran
folio dan untuk surat yang sedang atau pedek digunakan kertas berukuran kuarto.
Selain kertas folio dan kuarto, yaitu kertas skimo, oktavo, kertas A4, A5, A6
dan sebagainya. Adapun ukuran kertas tersebut adalah sebagai berkut:
a.
Folio brukuran 204 X 330 mm
b.
Kuarto berlukuran 204 X 254 mm
c.
Sikmo berlukuran 204 X 165 mm
d.
Oktavo berukuran 204 X 127
mm
e.
Memo berukuran 204 X 127 mm
Di samping ukuran kertas
diatas, dalam kegiatan surat menyurat dikenal pula ukuran kertas internasional yaitu;
a.
A4 berukuran 210 X 297 mm
b.
A5 berukuran 148 X 210mm
c. A6 berukuran 105 /x 148 mm
d. A7 berukuran 74 X 105 mm
F. TANDA KOREKSI
Tanda-tanda koreksi
digunakan untuk memperbaiki kesalahan dari pekerjaaan surat. Bentuk tanda
koreksi bermacam-macam disesuakan dengan kebutuhan.
Bentu-bentuk tanda
koreksi dan kegunaannya.
a. PFELTGT = dapat
digunakan untuk memperbaiki kesalahan/menyisipkan bagian yang kurang
Contoh :
v
Pesanan kami meliputi kertas HVS,
pensil warna,
v
Dengan sangat mnyesal
kepada Saudara bahwa pesanan Saudara tidak
dapat kami penuh,
v
Pesanan Saudara akan kami kirimkan
pembayaran dilunasi.
b.
= tukar tempat
contoh :
v
Siapa
jawaban surat tersebut?
v
Demikianlah surat referensi ini kami berikan tanpa ada
suatu ika
kepada kami.
c.
= huruf besar
Contoh :
1.
Atas perhatian
, kami ucapkan terima
kasih
2.
nona Ria rosalina tidak dapat masuk kerja hari ini
d.
Pindah ke kiri
pindah ke kanan
Contoh :
1.
Jl. Kakap Raya 16 Rawamangun Jakarta Timur.
2.
Agar pesann dapat segera kami lakukan
Kami mohon Saudara segera mengirimkan brosur
dan daftar harga.
e.
Koreksi tidak jadi (coretan dibatalkan)
Contoh ;:
1.
Setelah kami coba ternyata
sabun cuci dan sabun mandi cap segi tiga cukup baik.
2.
Kami hara barang-barang terebut kami terima pada
bulan yang akan datang.
f.
= Sisipkan
= Paragraf Baru
Contoh
;
E. LIPATAN SURAT
1.
Lipatan tunggal (Single fold)
Caranya : Kertas di bagi dua bagaian sama besar,
lalu dilipat.
2. Lipatan Baku (Standar Fold)
Caranya
: Keras di bagi tiga bagian sama besar, lalu dilipat sehingga AB tepat di EF,
lalu ketas dilipat dengan sumbu EF.
3.
Lipatan Baku Rendah (Low Standar Fold)
Caranya
: Kertas dibagi tiga bagian (± 90,90 dan 74 mm), lalu dilipat
sehingga AB tepat pada EF, kemudia ketas dilipat dengan sumbu lipat EF
4. Lipatan
Akordion (accordion Fold)
Caranya : Kertas di bagi tiga bagian sama besar.
Dengan sumbu CD tepi kertas AB dilipat ke arah atas tepat padaEF, dan dengan
sumbu EF kertas dilipat ke arah bawah sehingga GH tepat pada CD.
5. Lipatan
Akordion Rendah (Low Accordion Fold)
Caranya : Kertas dibagi tiga bagaian (dua
bagian lebih kecil). Kertas dilipat dengan sumbu EF ke arah atas dan dengan sumbu CD ke arah
bawah.
6. Lipatan
Perancis (French Fold)
Caranya : Kertas dibagi dua bagian. Dengan sumbu
CD kerktas dilipat sehingga AB berhimpit dengan EF, dan dengan sumbu GH kertas
dilipat ke arah kiri.
7. Lipatan
Baron (Baronial Fold)
Caranya : Kertas dibagi dua sama besar dan dilipat
dengan CD sebagai sumbu. Lalu kertas dibagi tiga bagaian sama, dan dengan sumbu
Ij kertas dilipat ke arah kiri, serta dengan sumbu Gh ke arah kanan.
8. Lipatan Sejajar Ganda (Parallel Double Fold)
Caranya : Kertas
dibagi dua bagian sama besar lalu dilipat, dan dibagi dua bagian sama, lalu lipat lagi.